Skema New Normal yang Diterapkan Oleh Bank BUMN

Bank BUMN telah mempersiapkan penerapan skema new normal untuk menjalani kegiatan dengan protokol kesehatan. Erick Thohir selaku Menteri BUMN pun menyusun task force yang menjadi pedoman kepada para Dirut Bank BUMN. Task force adalah salah satu bentuk adaptasi pada bidang perbankan di masa pandemi. Oleh karena itu Erick meminta jajaran dirut untuk memantau hingga mengevaluasi program tersebut. Langkah ini menjadi pedoman untuk mengantisipasi perubahan yang dapat terjadi akibat wabah Covid-19.

Adapun sejumlah fakta terkait skema new normal yang diterapkan Bank BUMN yaitu:

Antisipasi terhadap New Normal

New normal atau kebiasan baru perlahan secara pasti yang menjadi habit baru bagi berbagai sektor dan bidang, termasuk perbankan. Dalam Surat Edaran No. S-336/MBU/05/2020, Erick menyatakan bahwa setiap BUMN wajib membentuk task force sebagai antisipasi terhadap wabah Covid-19. Dengan begitu BUMN dapat menjalankan aktivitas mereka seperti semula tanpa meningkatkan risiko penularan yang mampu meredakan penyebaran virus.

Pelaksanaan fungsi task force BUMN

Pelaksanaan fungsi Task force oleh BUMN dapat mengambil pedoman dari kebijakan kementerian atau lembaga (Menkes atau BNPB), Kementerian BUMN, maupun keunikan pada masing-masing daerah atau klaster. Penanganan task force juga harus dilaporkan secara berkala dari setiap Dirut kepada wakil menteri BUMN yang bersangkutan. Pemantauan berkala menjadi harapan baru untuk melancarkan pelaksanaan skema new normal Bank BUMN sesuai target.

Skenario New Normal Bank BUMN

Terdapat lima tahap skenario yang menjadi rancangan untuk menghadapi new normal berdasarkan Surat Edaran No. S-33/MBU//05/2020 di lingkungan BUMN. Periodenya sendiri berlangsung dari 25 Mei 2020 hingga 20 Juli 2020. Surat tersebut menjadi harapan agar dapat meningkatkan kewaspadaan setiap sektor saat memberlakukan protokol kesehatan. Sebagai contoh pengalihan tempat rapat yang untuk sementara waktu melalui online dan bukan di tempat publik seperti kafe, restoran, maupun perhotelan.

Tujuan Pelaksanaan task force

Arya Sinulingga yang menjabat sebagai Staf Khusus Menteri BUMN mengungkapkan task force yang disiapkan BUMN memiliki sejumlah tugas penting. Di antaranya untuk merancang, memantau, hingga mengeksekusi sesuatu apabila terdapat perubahan mendadak di tengah masa pandemi. Regulasi pada perusahaan pun menjadi penting mengingat task force adalah pedoman untuk menghadapi situasi baru yang tak terduga sebelumnya.

Menghadapi perubahan tren

Skema new normal yang berlaku bagi BUMN pun akan menjadi kebiasaan baru agar masyarakat lebih siap saat berhadapan dengan perubahan tren akibat wabah Covid-19. Sosial, ekonomi, wisata, dan bisnis hanyalah segelintir sektor yang akan melakukan perombakan besar-besaran agar tetap bertahan selama pandemi masa berlangsung. Jika skema ini berjalan lancar, tak menutup kemungkinan tahap pemulihan pun akan lebih cepat.

Semoga informasi seputar skema new normal Bank BUMN ini bermanfaat untuk Anda!

BACA JUGA : Pandemi Corona Dan Bank Kecil di Indonesia

Tinggalkan Komentar

Open chat
Halo, Beatrix Da Gomez, saya ingin bertanya materi tentang