Laju Digital Perbankan di Tengah Wabah Covid-19

Laju perbankan digital di masa pandemi ternyata mengalami kenaikan signifikan. Digital Perbankan tak terlepas dari anjuran menjaga jarak sebagai pencegahan virus. Sejumlah transaksi secara tunai pun beralih ke metode cashless. Masyarakat yang belum terbiasa dengan pembayaran non-tunai lantas berupaya untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Kenaikan drastis pada transaksi digital

Berdasarkan data Bank Indonesia, peredaran transaksi uang kartal yang pada Mei 2020 tumbuh negatif hingga 6,06% atau Rp798,6 triliun selama masa pandemi. Dampak pada ranah perbankan di masa pandemi ini mempengaruhi penurunan permintaan uang akibat berkurangnya kegiatan secara signifikan.

Di sisi lain, transaksi digital perbankan mengalami peningkatan drastis pada April 2020 sebanyak 37,5% secara tahunan. Kemudian, transaksi uang elektronik sepanjang PSBB di bulan yang sama naik hingga 64,48%. Perkembangan tersebut menunjukkan adanya transformasi yang mendorong bertambahnya kebutuhan transaksi ekonomi maupun keuangan digital. Selain itu, masyarakat juga mulai menerima metode tersebut untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

Naiknya transaksi digital tak dipungkiri menjadi tren yang mustahil dihindari. Apalagi sebelum Covid-19, pemerintah sedang gencar menggarap berbagai program untuk Revolusi Industri 4.0 yang mencakup digitalisasi bank. Dalam hal ini perbankan mendapat tantangan untuk berinovasi dengan membuat terobosan teranyar. Sehingga masyarakat luas dapat menikmati layanan tanpa masalah.

Transformasi Bank Konvensional ke Digital Banking

Kelompok masyarakat yang sudah terbiasa dengan sistem cashless secara tak langsung membuat laju perbankan digital di masa pandemi kian pesat. Sementara kelompok masyarakat yang sudah nyaman dengan sistem konvensional mau tak mau pindah karena tak mau aktivitasnya terhambat.

Perubahan tren ini membuat transformasi dari perbankan konvensional ke digital banking semakin nyata. Berbagai layanan yang tadinya bersentuhan dengan manusia perlahan beralih ke mesin atau software yang dapat meningkatkan efisiensi. Masyarakat pun tidak harus pergi ke kantor cabang untuk mengurus keperluan transaksi keuangan, sebab smartphone atau laptop di rumah dapat menjadi kantor cabang Bank kesayangan Anda dalam menjalankan transaksi keuangan.

Meski begitu, pihak perbankan masih harus menyesuaikan beberapa kegiatan yang membutuhkan tatap muka. Salah satunya adalah konsultasi terkait masalah keuangan. Beberapa bank sudah menghadirkan layanan tersebut secara digital kendati belum sebaik pertemuan langsung. Dengan solusi ini, nasabah diharapkan bisa mengatasi kendala yang ada dan kalaupun harus pergi ke kantor cabang, urusan yang ditangani benar-benar sangat urgen.

Walau situasi sedang tak pasti, transformasi digital dapat membantu masyarakat yang belum terbiasa mengadopsi teknologi baru. Di sisi lain, bank juga harus mampu memperlihatkan kemudahan serta keamanan dalam menjalankan transaksi. Dengan begitu, masyarakat tak akan bimbang saat melakukan transaksi cashless tanpa menghadapi masalah. Kemudian, laju perbankan di masa pandemi pun bisa menjadi bahan evaluasi menjanjikan di masa depan.

BACA JUGA : Skema New Normal Yang Diterapkan Oleh Bank BUMN

Tinggalkan Komentar

Open chat
Halo, Beatrix Da Gomez, saya ingin bertanya materi tentang