Kebijakan OJK Di Sektor Perbankan Pada Masa Pandemi

Penerapan kebijakan OJK di sektor perbankan pada masa pandemi adalah salah satu langkah untuk menyelamatkan sektor tersebut. Setidaknya ada dua peraturan yang pihak OJK berlakukan untuk menghadapi dampak wabah Covid-19. Antara lain POJK No. 11/POJK.03/2020 seputar Stimulus Perekonomian untuk perbankan dan No. 14/POJK.05/2020 seputar Kebijakan Countercuclical dari Dampak Penyebaran Covid-19 untuk lembaga jasa keuangan non-bank.

Pengaruh kebijakan yang ditetapkan oleh OJK

Wisnu Wardhana yang merupakan ekonomi dari PT Bank Danamon mengungkapkan bahwa kebijakan yang dirilis OJK dinilai membantu perbankan di masa pandemi. Terutama untuk hal-hal yang berhubungan dengan restrukturisasi kredit untuk nasabah yang terdampak langsung Covid-19. Kedua peraturan tersebut dianggap mampu menjaga likuiditas di sektor keuangan maupun para debitur.

Dengan begitu, stabilitas dalam sistem keuangan Indonesia akan terjaga di tengah situasi tak menentu seperti sekarang. Wisnu pun mengemukakan bila dua kebijakan OJK sudah memperlihatkan dampak-dampak positif bagi sektor keuangan.  Walau demikian, persentase debitur yang mengandalkan fasilitas tersebut baru 5% dari total target . Hal ini berkaitan dengan aturan relaksasi yang relatif baru. Besar harapan saat tahap relaksasi berlangsung lebih lama, persentase yang ditunjukkan akan ikut naik.

Empat kebijakan OJK

Kebijakan OJK di sektor perbankan pada masa pandemi yang dipadukan dengan kebijakan fiskal dan moneter secara keseluruhan dianggap mampu ‘menenangkan’ pasar keuangan yang sempat tak stabil. Piter Abdullah selaku direktur riset Core Indonesia menambahkan fokus kebijakan OJK dapat melengkapi celah-celah pada kebijakan yang sudah diberlakukan pemerintah serta Bank Indonesia. Kebijakan-kebijakan yang disusun OJK dapat menguatkan daya tahan di dunia usaha sekaligus sektor keuangan di masa pandemi. Lembaga perbankan pun tak akan lagi kesulitan saat mengatasi tekanan likuiditas, apalagi dengan keberadaan restrukturisasi kredit. Namun, Abdullah juga berpendapat restrukturisasi kredit belum mampu memenuhi kebutuhan yang dicari sejumlah pelaku usaha. Khususnya bagi perusahaan yang mempunyai likuiditas besar. Oleh karena itu, kebijakan-kebijakan lain dari bank sentral maupun pemerintah diharapkan mampu memberikan sokongan tambahan. 

Sejauh ini, ada empat kebijakan pokok yang dikeluarkan OJK, antara lain:

  1. Kebijakan yang ditujukan untuk meredam volatilitas yang berlangsung di pasar keuangan. Hal ini akan menjaga kepercayaan para investor maupun stabilitas pasar. Sektor riil serta informal pun akan terbantu dengan keberadaan kebijakan ini;
  2. Relaksasi bagi pelaku industri keuangan yang mencegah pembentukan tambahan cadangan kerugian pada kredit yang macet;
  3. Ruang likuiditas yang ditujukan untuk menopang kebutuhan perbankan akan likuiditas;
  4. Resolusi pemantauan terhadap jasa keuangan lewat Cease & Desist Order beserta Supervisory actions untuk mengoptimalkan kebijakan OJK di sektor perbankan pada masa pandemi.

BACA JUGA : Laju Digital Perbankan di Tengah Wabah Covid-19

Tinggalkan Komentar

Open chat
Halo, Beatrix Da Gomez, saya ingin bertanya materi tentang